Rabu, 19 November 2014

Suara Tuhan, cantik



Menelan inci masa yang Esa
Menyorot ketajaman mata jiwa yang lepas
Salamkan aku pada langkah manusia yang beku
Mempertimbangkan peradapan pada guci percikan filsafat
Yang merintihkan sejuta makna pada jiwa-jiwa setia
Akulah saksi Tuhan pada pecahan malam yang tertusuk keabadian
Akulah saksi Tuhan dalam kekeringan cintaNya
Dan akulah jiwa yang menusuk janji Tuhan dalam maknaNya
Sejak noktah tuhan telukis dalam satu mushaf
Akulah langkah yang selalu memperhitungkan
Detik kesucian atas maktubNya
Demi mata yang melayang pada cadarNya
Demi mata yang menelan kisah disejuta makna
Dan Tuhan yang maha Kuasa
Disinah pijakan suara Tuhan itu tiba
Inilah aku makhluknya yang menelankan sejuta dosa
Entah, akulah yang salah ataukah Tuhan yang salah
Yang aku rindukan hanyalah suara Tuahan dalam keabadian







Tuhan tak pernah iseng



semua sudah menjadi nun yang melengkung indah
dalam masa yang membuatku kadang resah
dan meredupkan arah…….
pada dunia yang telah kua nggap noisy!
ya pada tombak noisylah kesaksian itu ada
maka…………..
untunglah Tuhan tak pernah iseng
hingga selalu berikan tawa pada dunia
dan………………
untunglah Tuhan selalu setia dengan
butiran-butiran indah saat separuh jiwa pecahkan malam dengan caya doa
tak ada kisah lagi kecuali tentang kegelapan dan keramain
tentang darah yang mengeras
tentang gerimis yang berakhir
dan tentang makna pembusukan tuhan
hingga jatuh pada……………….
pecahan cahaya diatas cahya yang memberiku
kisah indah dalam gulatan makna
untunglah………….
Tuhan tak pernah diam untuk
sekedar memberikan
keindaha dalam kisahku
untuk sekedar menyumbangkan makna dalam pergulatan masa
dan untuk sekedar merevolusi jiwa
hingga aku benar-benar menjadi makhluknya


Kaki-kaki garuda



Ditanah ini pijakan agama dipertimbangkan
Perjuangan tanpa arti jika tak berdarah-darah
Fase yang mempesona selalu terarah
Sinar perjuangan yang tak henti melangkah
Meski krisis sarana kisahnya tak pernah menyerah
Tuhan didadaku
Patriot senjata keaabadian
Merah putih tanda perdamaian
Kala itu letih menjadi gurih
Kala itu mata selalu menatap
pada nadi-nadi perjuangan
 kala itu setetes darah menjadi doa
dan kala itu yang bermakna adalah TuhanNya


Selasa, 18 November 2014

Ayat-ayat yang Patah




Candu itu masih berkelas diatas pijakan Tuhan
Cukupkan dalam satu arah
Dan ceritakan dalam satu kesucian
Maknanya tak pernah lekang hiasi kegelapan
Ditangan-tangan musafir surga
Digaris-garis suci kenistapaan yang menyerah
Ya..........
Kamulah pemilik cinta kasih dalam tusukan darah kesucian itu
Merekalah pemegang jenaka kesesatan
Dan disinilah garis keabadian di perhitungkan
Disinal aku kisah tentang ratapan kesucian
Memecahkan  satu hasil peranakan ayat yang bermakna
Tuhan tak pernah biarkan maknanya hangus
Pada satu tangan kesesatan
Meski tak satupun kebenaran ditangan manusia
Dan masih abadi
Kebenaran hanya milikmu Tuhan

                                                                                                                                                                Cukir, 30/10/14

Hujan di bulan November



Kembali menjahit hari
Dan menata diri
Padan jerat masa Tuhan
Yang tak kunjung padam
Bulan ini menjadi
Awal kesucian hujan
Di bukit jiwa yang tak bernama
Dijiwa yang katanya luka
Dan diserpihan sayap malaikat
Yang selalu lekang menatap
Kini gerimis mulai tipis
Pada sel-sel darah manis
Hujan pertama dibualan ini
Menjadi kesucian abadi
Dan selalu terpuji
Pada dunia serasi
dalam pelukan Tuahan yang suci